Sunday, October 18, 2020

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Sosialisasikan Cek Kesehatan Gratis

Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis kepada ibu-ibu Jamaah Tahlil Dukuh Proto, Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, pada Kamis (15/10). (Dok : Laily Qodriyati)


BATANG, Walisongo Publishing- Mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Dari Rumah 75 UIN Walisongo Semarang Kelompok 87, mengadakan sosialisasi cek kesehatan gratis. Sosialisasi ini disampaikan kepada ibu-ibu Jamaah Tahlil Dukuh Proto, Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar Kabupaten Batang.(15/10)

Bertempat di Masjid Nurul Islam, 6 orang mahasiswa menyampaikan maksud dan tujuan mereka pada jamaah. Dewi Sarah (22), penanggungjawab cek kesehatan gratis, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2020.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Oktober 2020 di Dukuh Proto”, katanya pada Kamis (15/10).

Cek Kesehatan Gratis ini ditujukan pada warga Dukuh Proto, dengan prioritas usia lanjut. Cek Kesehatan yang akan dilakukan meliputi cek tekanan darah, kadar gula, asam urat, berat badan dan suhu badan.

Dewi pun menyampaikan bahwa sistem cek kesehatan gratis ini akan dilakukan secara door to door mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda. Hal ini dikarenakan tidak diperkenankannya ada kerumunan banyak orang.

Muhammad Luqni Maulana (24), ketua kelompok 87, menuturkan bahwa cek kesehatan gratis ini dimaksudkan karena adanya kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan masyarakat.

“Selain virus covid yang sedang mewabah, penyakit lain pun tetap harus diwaspadai agar kesehatan tetap terjaga”, tuturnya.

Respon yang diberikan para ibu pun baik. Mereka menerima dan mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari sabtu itu. Salah satunya adalah Eni (56), ia menyambut baik kedatangan mahasiswa KKN di Desanya.

“Ya alhamdulillah mbak, jadi rame ngajinya, malah seneng saya. Apalagi tadi masjidnya juga dibersihkan”, kata Eni.

Nur Khasanah (45), Ketua Jamaah Tahlil, menyambut baik kegiatan yang akan berjalan. Ia pun menghimbau kepada para jamaah untuk menyambut baik para mahasiswa yang akan datang ke rumah-rumah untuk mengecek kesehatan.

“Alhamdulillah ada cek gratis, kalau ada yang mau cek tapi males ke puskesmas kan bisa cek cukup dirumah aja”, jelasnya.


Reporter: Laili Qodriati (1701016046)

Gowes, Obat Kebosanan di Era Pandemi

Foto Komunitas Gowes Pipiku saat ada event di Cepu. 


BLORA, Walisongo Publishing- Sejak munculnya pandemic trend-trend baru dalam masyarakat mulai bermunculan, salah satunya adalah kegiatan bersepeda atau biasa sering disebut gowes. Tren ini diminati khalayak banyak sebagai wujud penghilang jenuh selama bekerja dan belajar di rumah akibat pembatasan sosial. (15/10)

Sejak pemerintah dan para edis gencar gencar melakukan edukasi kepada masyarakat agar menjaga kesehatan, gowes semakin mejadi olahraga yang sangat digandrungi masyarakat. Tentu saja bersepeda memiliki banyak manfaat terutama untuk menjaga jantung dan melatih kekuatan otot kaki. 

Bersepeda juga sangat bagus untuk menjaga imunitas tubuh yang sangat dibutuhkan di era covid-19 ini, yang melanda Indonesia sejak maret lalu hingga saat ini. Salah satu komunitas pipiku (pit-pitan kunduran) di Blora melakukan kegiatan gowes dengan tetap meperhatiakn protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan selalu sedia handsanitizer. 

Karena meningkatnya minat masyarakat dalam bersepeda membuat Komunitas ini menjadi lebih semangat dan antusias dalam kegiatan gowes. Meskipun kegiatan event-event komunitas bersepeda berkurang karena pandemi tapi mereka tetap bisa menikmati dengan munculnya trend masyarakat baru ini. 

“Dulu sebelum ada pandemi, kami sering mengadakan even-event hingga keluar kota. Mulai dari event di Ambarawa, Rembang, Cepu kami selalu datang meramaikan. Namun, karena efek pandemi kami harus gowes sendiri dengan anggota kelompok yang lebih kecil sebab menghindari adanya kerumunan”,  tutur Ayika salah satu anggota komunitas pipiku. 

Reporter: Laili Nuzuli Annur (1701026168)

Tanggap Covid-19, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Akan Adakan Penyemprotan Disinfektan di Klakahkasihan Pati

 


Mahasiswa KKN UIN Walisongo sedang berpose bersama sebelum pemyemprotan di lingkungan RW 08, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. (Doc.Pribadi)


PATI, Walisongo Publishing- Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Dari Rumah 75 UIN Walisongo Semarang kelompok 13 akan melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan pada Jumat, 16 Oktober 2020 besok. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan RW 08, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.

Penyemprotan disinfektan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona dan meningkatkan kebersihan di desa setempat. Tempat yang menjadi sasaran penyemprotan antara lain gang, pemukiman warga, dan masjid.

"Tujuan kegiatan ini sebagai langkah pencegahan penyebaran covid-19. Selain itu, kebersihan tempat seperti tempat ibadah merupakan hal yang penting selama pandemi ini, " kata Novi Elya Sari (21), Ketua pelaksana kegiatan pada Kamis (15/10).

Dia menyebutkan untuk persiapan  kegiatan sudah 75 persen. Karena, disinfektan di desa tersebut sudah tersedia. Dan tenaga pemuda desa sudah siap membantu kegiatan penyemprotan.

Penyemprotan ini dilakukan oleh 15 mahasiswa KKN sebagai salah satu program kelompok yang harus direalisasikan. Kegiatannya dilaksanakan pukul 10.00 WIB.

Mahasiswa KKN juga mengadakan kegiatan bersih-bersih masjid. Rencananya dilaksanakan sebelum penyemprotan disinfektan berlangsung.

"Dengan adanya penyemprotan disinfektan ini, diharapkan lingkungan RW 08 Desa Klakahkasihan lebih bersih dan terhindar dari virus corona. Serta bisa mahasiswa KKN lebih dekat dengan warga sekitar, "pungkasnya.


Reporter : Naghma Rangella L (1701026036)

Mahasiswa UIN Sandang Double Duta

Nurul Hidayat saat mengenakan selempang Duta Wisata Demak (kiri), Nurul Hidayat saat mengenakan selempang Putera Pendidikan Jawa Tengah. (Doc. Pribadi)

SEMARANG, Walisongo Publishing- Nurul Hidayat, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Walisongo Semarang memperoleh dua gelar duta dalam waktu berturut-turut. Pada 2019, dirinya memperoleh gelar Duta Wisata Demak dan kembali meraih gelar duta pada ajang Putera Pendidikan Jawa Tengah 2020.

Menjadi duta pendidikan bukan tanpa alasan. Mahasiswa asal Demak ini mengaku senang dengan dunia pendidikan. Sejak SMA, ia sudah aktif mengajar ekskul marching band di beberapa sekolah dasar hingga SMA. Baginya, pendidikan tidak hanya soal pembelajaran di sekolah saja, tetapi juga ada pendidikan non akademik dan pesantren.

“Saya ingin menunjukkan bagaimana anak pesantren juga mampu berkompetisi dan berkontribusi diberbagai bidang, tidak hanya soal ilmu agama, namun juga ilmu-ilmu yang lain,” ujar Dayat, santri Pondok Pesantren Raudlotut Tholibin Semarang. (Kamis, 15/10/2020).

Prinsip hidup yang selalu ia pegang adalah: Kita hidup tidak cukup jika sekedar menjadi orang baik, tapi kita harus menjadi sebaik-baik manusia yaitu orang yang bermanfaat bagi orang lain.

“Menurutku, duta itu bukan hanya soal jadi juara atau sekedar mendapat title atau gelar, tapi duta adalah sebuah tanggungjawab atau amanah yang memang benar-benar harus bisa dijaga, digunakan sebaik mungkin untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitar kita,” kata Dayat.

Meski saat ini sedang dalam situasi pandemi, Duta Wisata Demak ini tidak tinggal diam. “Saat ini saya sedang persiapan bagaimana mulai membantu mengangkat wisata-wisata di era new normal, agar tempat wisata di Demak juga bisa pulih kembali,”.

Kesibukannya dalam dunia duta, tidak menghalangi kegiatan lain. Saat ini, Dayat masih sibuk di perkuliahan, organisasi kampus, komunitas angklung, dan menyalurkan hobi badmintonnya.

Ia mengaku ada perubahan setelah ia menjadi duta yaitu lebih menjaga attitude dan apa yang ia lakukan di kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan usai menjadi duta, maka otomatis akan menjadi tolok ukur anak muda di daerahnya.

Reporter: Fina Idamatussilmi (1701026059)