Sunday, October 18, 2020

Outer Item favorit Remaja Sepanjang Masa


tampil fashioneble dengan cardigan atau outer


DEMAK, Walisongo Publishing- Saat ini, pamor dari cardigan atau outer tengah naik daun, banyak dari fashion lovers menjadikan satu item ini sebagai koleksi pribadi mereka. cardigan sendiri dikategorikannya sebagai outer atau pakaian yang dipakai di luar baju atasan.

“Di tempat saya,sudah banyak sekali yang mengoleksi cardigan. Tpi dikoleksi itu bukan Berty tidak dipakai ya..dikoleksi itu karena kebanyakan mereka sudah suka dengan cardigan. Dan selalu memakai nya untuk jalan-jalan atau sekedar keluar rumah karena cock banget di pakai dengan apa aja”. Ucap bella (15/10/2020)

Outer, istilah untuk pakaian luaran, belakangan semakin menjadi andalan untuk menunjang penampilan. Ada berbagai bentuk outer mulai dari jaket, blazer, rompi, outer kimono, dan lainnya.

Kebanyakan perempuan sangat memikirkan kostum yang akan dipakai harus tampil sempurna, agar tampil percaya diri. Tampil stylish dengan outfit yang berbeda untuk dipakai sehari-hari sungguh sangatlah mudah. Saat ini, ternyata memakai luaran (outer) seperti rompi, cardigan, coat bisa menjadi tambahan item fashion yang akan membuat gaya kamu semakin kece.

“Kalo aku lebih minat ke outer sih, Alasannya lebih fashionable aja dan lebih simple Outer juga bisa jadi ootd (out fit of the day) keseharian dan nyaman di pakai”. Ujar dewi pemakai outer (15/10/2020)

Kini outer menjadi kebutuhan penting dalam berbusana bagi kaum hawa, maka dari itulah supaya tidak bosan dengan gaya yang itu-itu saja. Lagi pula style dari outer pun bermacam-macam yang tentunya akan menambah penampilan semakin stylish. Dapat pula digunakan formal maupun non formal. 

“ Menurut saya cardigan itu busana tren untuk wanita sebagai penunjang penampilan....sifat dari cardigan yang simpel , dan mudah sekali di dapat, selain itu juga bisa dimix dan di macht membuat nya digemari para kaum wanita anak muda zaman sekarang”. Ujar tambahan bella

Tak hanya itu saja, Bagi mereka yang memiliki tubuh gemuk dan berisi, memakai outer juga bisa membantu menyamarkan bentuk tubuh dan membuatnya terkesan lebih ramping.

"Kalau orang yang badannya berisi, pakai outer yang warna gelap pasti langsung merampingkan, mengurangi volume tubuhnya," tambah dewi 

Dan Ada banyak alasan mengapa Remaja jaman sekarang menyukai pakaian ini. Awalnya membeli karena mengikuti mode jaman. Karena juga banyak artis-artis mancanegara seperti Korea yang memakainya sebagai macht luaran baju mereka. Dan terlihat jadi lebih kece dan pastinya fashionable.

Alhasil cardigan atau outer digunakan anak-anak muda zaman sekarang, selain itu outer dapat disulap untuk dimix dan dimatch dengan jenis baju lainnya. Misal dengan blous, rok, celana, gamis, kaos dan dress.


Reporter: Wahyuningsih (1701026105)


Mahasiswa KKN UIN Walisongo Sosialisasikan Cek Kesehatan Gratis

Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis kepada ibu-ibu Jamaah Tahlil Dukuh Proto, Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, pada Kamis (15/10). (Dok : Laily Qodriyati)


BATANG, Walisongo Publishing- Mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Dari Rumah 75 UIN Walisongo Semarang Kelompok 87, mengadakan sosialisasi cek kesehatan gratis. Sosialisasi ini disampaikan kepada ibu-ibu Jamaah Tahlil Dukuh Proto, Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar Kabupaten Batang.(15/10)

Bertempat di Masjid Nurul Islam, 6 orang mahasiswa menyampaikan maksud dan tujuan mereka pada jamaah. Dewi Sarah (22), penanggungjawab cek kesehatan gratis, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2020.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Oktober 2020 di Dukuh Proto”, katanya pada Kamis (15/10).

Cek Kesehatan Gratis ini ditujukan pada warga Dukuh Proto, dengan prioritas usia lanjut. Cek Kesehatan yang akan dilakukan meliputi cek tekanan darah, kadar gula, asam urat, berat badan dan suhu badan.

Dewi pun menyampaikan bahwa sistem cek kesehatan gratis ini akan dilakukan secara door to door mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda. Hal ini dikarenakan tidak diperkenankannya ada kerumunan banyak orang.

Muhammad Luqni Maulana (24), ketua kelompok 87, menuturkan bahwa cek kesehatan gratis ini dimaksudkan karena adanya kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan masyarakat.

“Selain virus covid yang sedang mewabah, penyakit lain pun tetap harus diwaspadai agar kesehatan tetap terjaga”, tuturnya.

Respon yang diberikan para ibu pun baik. Mereka menerima dan mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari sabtu itu. Salah satunya adalah Eni (56), ia menyambut baik kedatangan mahasiswa KKN di Desanya.

“Ya alhamdulillah mbak, jadi rame ngajinya, malah seneng saya. Apalagi tadi masjidnya juga dibersihkan”, kata Eni.

Nur Khasanah (45), Ketua Jamaah Tahlil, menyambut baik kegiatan yang akan berjalan. Ia pun menghimbau kepada para jamaah untuk menyambut baik para mahasiswa yang akan datang ke rumah-rumah untuk mengecek kesehatan.

“Alhamdulillah ada cek gratis, kalau ada yang mau cek tapi males ke puskesmas kan bisa cek cukup dirumah aja”, jelasnya.


Reporter: Laili Qodriati (1701016046)

Gowes, Obat Kebosanan di Era Pandemi

Foto Komunitas Gowes Pipiku saat ada event di Cepu. 


BLORA, Walisongo Publishing- Sejak munculnya pandemic trend-trend baru dalam masyarakat mulai bermunculan, salah satunya adalah kegiatan bersepeda atau biasa sering disebut gowes. Tren ini diminati khalayak banyak sebagai wujud penghilang jenuh selama bekerja dan belajar di rumah akibat pembatasan sosial. (15/10)

Sejak pemerintah dan para edis gencar gencar melakukan edukasi kepada masyarakat agar menjaga kesehatan, gowes semakin mejadi olahraga yang sangat digandrungi masyarakat. Tentu saja bersepeda memiliki banyak manfaat terutama untuk menjaga jantung dan melatih kekuatan otot kaki. 

Bersepeda juga sangat bagus untuk menjaga imunitas tubuh yang sangat dibutuhkan di era covid-19 ini, yang melanda Indonesia sejak maret lalu hingga saat ini. Salah satu komunitas pipiku (pit-pitan kunduran) di Blora melakukan kegiatan gowes dengan tetap meperhatiakn protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan selalu sedia handsanitizer. 

Karena meningkatnya minat masyarakat dalam bersepeda membuat Komunitas ini menjadi lebih semangat dan antusias dalam kegiatan gowes. Meskipun kegiatan event-event komunitas bersepeda berkurang karena pandemi tapi mereka tetap bisa menikmati dengan munculnya trend masyarakat baru ini. 

“Dulu sebelum ada pandemi, kami sering mengadakan even-event hingga keluar kota. Mulai dari event di Ambarawa, Rembang, Cepu kami selalu datang meramaikan. Namun, karena efek pandemi kami harus gowes sendiri dengan anggota kelompok yang lebih kecil sebab menghindari adanya kerumunan”,  tutur Ayika salah satu anggota komunitas pipiku. 

Reporter: Laili Nuzuli Annur (1701026168)

Tanggap Covid-19, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Akan Adakan Penyemprotan Disinfektan di Klakahkasihan Pati

 


Mahasiswa KKN UIN Walisongo sedang berpose bersama sebelum pemyemprotan di lingkungan RW 08, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. (Doc.Pribadi)


PATI, Walisongo Publishing- Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Dari Rumah 75 UIN Walisongo Semarang kelompok 13 akan melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan pada Jumat, 16 Oktober 2020 besok. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan RW 08, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.

Penyemprotan disinfektan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona dan meningkatkan kebersihan di desa setempat. Tempat yang menjadi sasaran penyemprotan antara lain gang, pemukiman warga, dan masjid.

"Tujuan kegiatan ini sebagai langkah pencegahan penyebaran covid-19. Selain itu, kebersihan tempat seperti tempat ibadah merupakan hal yang penting selama pandemi ini, " kata Novi Elya Sari (21), Ketua pelaksana kegiatan pada Kamis (15/10).

Dia menyebutkan untuk persiapan  kegiatan sudah 75 persen. Karena, disinfektan di desa tersebut sudah tersedia. Dan tenaga pemuda desa sudah siap membantu kegiatan penyemprotan.

Penyemprotan ini dilakukan oleh 15 mahasiswa KKN sebagai salah satu program kelompok yang harus direalisasikan. Kegiatannya dilaksanakan pukul 10.00 WIB.

Mahasiswa KKN juga mengadakan kegiatan bersih-bersih masjid. Rencananya dilaksanakan sebelum penyemprotan disinfektan berlangsung.

"Dengan adanya penyemprotan disinfektan ini, diharapkan lingkungan RW 08 Desa Klakahkasihan lebih bersih dan terhindar dari virus corona. Serta bisa mahasiswa KKN lebih dekat dengan warga sekitar, "pungkasnya.


Reporter : Naghma Rangella L (1701026036)