Monday, October 19, 2020

Perkebal Imun Melalui Olahraga Pencak Silat

MAGELANG, Walisongo Publishing – Kamis (15/10), Beladiri di masa pandemi. Adanya covid-19 memaksa kita untuk beraktifitas di rumah. Olahraga merupakan salah satu hal yang penting dilakukan masyarakat di tengah pandemi. Dengan berolahraga kita dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan kebugaran. Sehingga imun menjadi semakin kebal untuk melawan virus.  

Beladiri Pencak Silat merupakan salah satu alternatif untuk berolahraga di rumah. Selain dapat  menjaga atau membela diri dari tindak kriminal, pencak silat juga dapat memperkuat imun kekebalan dan daya tahan tubuh juga memperlancar sirkulasi darah. 

Pencak Silat dapat dilakukan di dalam maupun di luar ruangan. Kita tinggal menyesuaikan cuaca dan kondisi lingkungan atau tempat. Waktu pelaksanaan pun juga flaksibel, pagi, sore atau malam, yang pasti bukan siang. Karena siang hari stamina tubuh sudah menurun. 

Seperti halnya di rumah Ilham (25) yang bertempat di Saren, Purwosari Salaman, Magelang. Ia rutin mengelar latihan pencak silat di hari minggu mulai pukul 09.00 hingga selesai.

“ Banyak yang menyatakan ada waktu-waktu terbaik untuk melakukan olahraga. Namun, semua itu kembali ke diri dan sugesti kita masing-masing.” Tutur Ilham (25) salah seorang pelatih silat di Magelang. 

Sama seperti olahraga umumnya, silat diawali dengan pemanasan. Dilanjutkan dengan peregangan otot, olah nafas, shit up, push up, dan senaman yang dapat membentuk otot pada tubuh lalu diakhiri dengan pelemasan. 

“Waktu yang dibutuhkan untuk olahraga silat diukur dari umur dan stamina tubuh. Keefektifan untuk usia dini kurang lebih satu jam. Pra remaja – remaja kurang lebih 2,5 jam. Dewasa – usia lanjut dibutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3,5 disesuaikan dengan stamina dan kondisi tubuh juga.” Imbuh Ilham. 

Jadi, pencak silat tidak hanya diikuti atau dilakukan oleh kaum muda. Banyak anak yang masih berusia dini yang mengikuti pencak silat, bahkan tak sedikit orang yang sudah berusia lanjut yang turut serta. 

“Berolahraga seperti ini sangat baik untuk tubuh, selain dapat mengolah raga kita juga dapat mengolah nafas dan melindungi diri dengan tekhnik-tekhnik tertentu.” Ujmar Fajar (19) salah satu siswa didik Ilham. 

Tentunya selain mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja, yang pasti berolahraga melalui pencak silat, harus didampingi dengan yang sudah ahli. Jika memyangkut tentang tekhnik-tekhnik khusus untuk perlindungan dan pertahanan diri. 



Reporter: Faricha Azizah (1701026117)


Terjual 1,12 Juta Unit Album, NCT Pecahkan Rekor Pre-Order SM Entertainment

 


Foto album NCT, Resonance Pt.1, dalam dua versi. Versi ‘The Future‘ dan versi ‘The Past‘. /Kolase foto dari nct2020official.com


SURABAYA, Walisongo Publishing-Tercatat sukses menembus angka pre-order sebanyak 1,12 juta keping album, menjadikan NCT sebagai artis SM Entertainment dengan pre-order album tertinggi.

Dengan total 23 member, NCT merilis album mereka berjudul Resonance Pt.1. Lewat album barunya, Make A Wish (Birthday Song) merupakan salah satu tittle track yang telah rilis MV-nya dan menjadi trending 1 di Indonesia dengan 46M view. (16/10/20)

Dilansir dari Soompi, SM Entertainment mengumumkan bahwa jumlah total pre-order album Resonance Pt.1 mencapai 1.12 juta buah per 11 Oktober 2020. Dibandingkan dengan album pertama NCT yang dirilis tahun 2018 silam bertajuk NCT 2018 Empathy terjual sekitar 300.000 unit per 30 April 2020. Hal ini menunjukkan bahwa penjualan album kedua NCT, Resonance Pt.1, melesat tinggi dibandingkan penjualan album sebelumnya.

Di Indonesia sendiri NCTZen atau panggilan dari fans NCT, sangat antusias menyambut comeback idola mereka kali ini. Terbukti dari pengakuan salah satu penjual album di daerah Surabaya yang menyatakan bahwa permintaan pre-order album NCT sangat tinggi.

“Saya kaget banget waktu buka pre-order gelombang pertama pesanan yang masuk hampir 400 pcs album, itu yang non profit ya.” Ungkap Elza owner dari akun instagram @eruza.side.

Eruza.side menjual album dengan pilihan profit dan non profit. Non profit sendiri murni untuk menaikan jumlah penjualan saja tanpa mengambil untung. Tetapi dia juga menyatakan bahwa masih banyak yang menginginkan album Resonance Pt.1 tersebut.

“Aku fikir itu udah overload banget gelombang pertama, iseng bikin polling di instagram ternyata banyak banget yang masih mau. Tapi gelombang kedua aku pakai profit ya, dan itu udah masuk kurang lebih 230 pcs album.” Tuturnya.

Selain Eruza.side ada lagi salah satu Kpop market di Kota Mojokerto, Zacs.id yang kebanjiran pesanan album tersebut. Tetapi pihak Zacs.id lebih memilih penjualan album profit dengan pesanan kurang lebih 50 pcs album.

“Profit saja ya, soalnya nggak terlalu banyak juga.” Kata pemilik Zacs.id, Zulia.

Kabarnya akan ada Resonance Pt.2 yang sangat di nanti-nanti oleh para penggemar. Terlebih para penjual album juga sudah bersiap-siap jika benar terjadi.

“Nah kan bakal ada Resonance Pt.2, kita mau siap-siap buat itu juga. Dibagi-bagi karena modal juga besar banget.” Terang Zulia.


Reporter: Riau Liswanda Elang M 

Bercocok Tanam, Menjadi Pilihan Untuk Produktif di Masa Pandemi



Tanaman Hidroponik (Doc/pribadi)

BOYOLALI, Walisongo Publishing- Bercocok tanam, adalah ha yang sangat digemari oleh banyak sekali orang. Tak hanya wanita saja, namun bercocok tanam memang lazim dilakukan oleh semua kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang tua pun menggemari hobi yan bisa dibilang mengasyikkan ini. (15/10)

Bercocok tanam adalah kegiatan yang dilakukan karena senang melakukannya atau hobi yang tujuannya adalah mempercantik dan menyegarkan ruangan atau halaman rumah. Selain itu, bercocok tanam sayuran pun juga dapat memberikan kesan tersendiri. Contohnya kita dapat menikmati sayuran yang kita tanam sendiri. 

Di dunia pertanian dan perkebunan sudah banyak sekali inovasi dan variasi untuk membuat media tanam yang lebih menarik lagi. Yang biasanya kita bercocok tanam menggunakan tanah, inovasi yang dilakukan yaitu menggunakan sabut kelapa, sekam, maupun air juga dapat kita gunakan. Selain menghemat pengeluaran, bercocok tanam seperti ini juga mudah dan tidak mengharuskan untuk mendapatkan lahan yang luas, cukup dengan menggunakan bagian depan teras rumah atau belakang rumah.

Seperti yang dilakukan oleh Ade Yulianti (37), ia membuat taman di depan rumah dengan menggunakan botol bekas. Dengan ditanami berbagai macam tanaman seperti, bunga mawar,bunga matahari, dan masih banyak lagi.”Saya membuat taman ini, karena saya kan banyak punya botol bekas yang tidak terpakai, jadi saya gunakan saja untuk menanam tanaman.” Kata Ade.

Selain bercocok tanam menggunakan tanah, Ade juga menanam tanaman hidroponik di dekat taman yang dia buat tadi. Berbagai macam tanaman sayuran yaitu, sawi, selada dan kangkung. Dengan mengalirinya dengan air yang ia sediakan di dekat tanaman nya tersebut, membuat taman yang dibuatnya terlihat lebih subur dan berwarna. “Selain bunga yang saya tanam, ada berbagai macam tanaman yang saya aliri dengan air atau kalo orang biasa menyebutnya hidroponik.” Tutur Ade

Metode hidroponik sendiri merupakan teknik menanam tanpa menggunakan tanah dengan mengalirkan larutan air ke akar tanaman. Metode ini juga sangat praktis untuk orang yang mempunyai lahan yang terbatas. Menurut Arif Hidayat, penjual tanaman hias di Boyolali ada berbagai jenis tanaman hidroponik yang sangat cocok untuk ditanam di rumah yaitu, tomat, kangkung, sawi, selada, cabai, packoy, kecambah, bayam, dan masih banyak lagi. “Contoh kecil kalo kita mau bercocok tanam dengan mudah,pakai saja cara hidroponik, hanya dengan menggunakan botol bekas dan juga air. Lebih hemat, praktis dan juga tidak perlu ribet.” Kata Arif.

Cara hidroponik seperti ini juga cocok diterapkan di kota-kota besar, yang tak punya lahan yang cukup besar namun ingin bercocok tanam dana tau menghasilkan sayuran sendiri untuk dikonsumsi. Karena selain hemat, cara ini sangat mudah dan tak perlu mengunakan lahan yang luas.

Reporter: Luqyana Anindya (1701026034)


Harum, Niatkan Belajar Sebagai Ibadah


BATAM, Walisongo Publishing-Selama masa pandemi mahasiswa dituntut untuk bisa kreatif dan inovatif dalam mengembangkan diri. Banyak mahasiswa yang akhirnya berhasil menemukan minat baru selama di rumah. Tentunya tidak sedikit juga mahasiswa yang tetap menikmati waktu belajarnya walau sedang dirumahkan.

Salah seorang mahasiswa Harum Kurnia (19) mengaku sangat menikmati waktu belajarnya di masa pandemi. Menurutnya banyak pelajaran hidup yang memiliki manfaat jangka panjang pada kasus ini. Tak heran gadis kelahiran Batam ini telah banyak menghabiskan jurnal Amerika yang membahas tentang beragam isu korona.

Saat ini Harum sedang aktif mengikuti beberapa kampanye online mengenai kesehatan mental. Salah satu kampanye yang ia ikuti bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya mental di tengah pandemi. Motivasinya mengikuti kegiatan ini untuk membantu sesama dan pastinya diniatkan sebagai ibadah baik.

Berbagai prestasi yang dicapai Harum hingga tingkat internasional membuatnya semakin bersemangat menimba ilmu. Tidak ada ilmu yang tidak penting baginya dan meyakini semua hal dapat dijadikan sebagai pelajaran. 

"Belajar itu enjoy aja asalkan niatkan semuanya sebagai ibadah. Kalau sudah enjoy nanti jadi ketagihan. Belajar juga bisa dimana aja dan apa aja bisa dijadikan pelajaran", ujar Harum pada Kamis (15/10).

Kesenangannya dalam belajar tidak membatasi Harum untuk melakukan hobi lainnya. Harum tetap mengembanggkan bakat-bakatnya ketika sedang lelah belajar. Salah satu hobi yang ia tekuni adalah bidang olahraga. 

Seperti layaknya mahasiswa lain, Harum juga pernah mengalami kegagalan dan sempat putus asa. Namun ia tetap mewajarkan hal tersebut dan mengingat kembali niatnya dalam menuntut ilmu. "Selalu berpikiran baik pada Allah dan takdirNya. Apabila kita belum mendapatkan apa yg kita tuju, percayalah kita akan mendapatkan yg lebih baik lagi melalui jalan ini", pungkasnya.


Reporter: Ainun Nisa Nurur R (1701026164)